Dalam jarak, selalu ada yang dipertaruhkan. Tapi rindu tak pernah layak diperdebatkan—sebab ia hanya menguji percaya, bukan menggugat rasa yang seharusnya lebih berharga.
Sungguh, titik tersulit dari berjauhan bukanlah kerinduan. Melainkan bagaimana kita mencoba untuk tetap mendewasakan diri di saat gempuran khawatir dan ketakutan yang menerka-nerka.
Dan denganmu, rindu bukan sekadar rasa yang menyebalkan. Ia adalah keyakinan, bahwa sejauh apa pun kau melangkah, aku akan tetap menjadi pulang yang menyenangkan. Karena bagiku, rindu tetaplah rindu. Tak ada jalan lain yang mampu meredakan kecuali temu.










Be the first to review “Yang Tak Bisa Dipeluk (Fragmen sunyi tentang jarak dan doa)”