Aku tumbuh dengan gagasan bahwa menjadi kuat berarti bisa menanggung semuanya sendirian. Dan entah sejak kapan, aku jadi terbiasa menelan cerita yang sebenarnya ingin aku ceritakan. Tentang hari yang berjalan cepat, perasaan sepi yang datang diam-diam, dan momen kecil yang sebenarnya ingin aku bagikan—tapi tak tahu ke siapa.
Dan sialnya, hidup harus terus berjalan. Aku terus tumbuh, terus bisa, dan terbiasa. Tapi di sela-sela semua kesibukanku itu, ada ruang kosong yang sebenarnya ada tapi selalu aku tepis keberadaannya. Ini bukan karena aku kurang bersyukur atas hidupku, tapi karena ada rasa hampa yang sialannya terus mengekoriku ke mana pun aku melangkah.
Dan rasa hampa itu kini menjadi ruang sunyi yang penuh dengan kata-kata tak terucap.










Be the first to review “Talk to Who?”